Rabu, 17 Februari 2016

The Martian

Kru Ares 3 sedang menjalani misi 31 sol di Mars, semua penelitian dan penjelajahan lancar sampai tiba-tiba bertiuplah badai pasir yang sangat parah dan mengharuskan mereka menggagalkan misi dan meninggalkan Mars. Mark Watney, salah satu dari keenam kru tersebut sedang tidak mujur, ia mengalami kecelakaan dan terpisah dari rekannya saat perjalanan ke pesawat dan rekan-rekannya mengira dia sudah mati. Sendirian di sebuah planet, kecil harapan bagi Mark untuk diselamatkan.

Kamis, 25 Juni 2015

Al Fatih 1453: Battle of Varna - Kisah Sang Penakluk

Muhammad Al Fatih adalah orang yang dijanjikan rasul untuk menaklukkan Konstantinopel. Telah beberapa generasi sultan telah mencoba menaklukkan benteng raksasa itu, tetapi dialah yang memiliki kekuatan fisik, akal, dan iman yang berhasil menundukkan benteng Konstantnopel yang gagah. Buku biografi Muhammad Al Fatih yang populer ditulis oleh ustad Felix Siauw berjudul: “Muhammad Al Fatih 1453” sudah sukses menambah wawasan banyak orang dengan cara penyampaian Felix Siauw yang khas. Supaya lebih banyak orang membaca mengenai sejarah islam, maka dicetaklah seri buku baru, bukan buku, namun Komik. Komik ini ber-seri, seri yang saya ulas adalah: “Al Fatih 1453: Battle of Varna”.




Berawal di Edirne, ibukota Turki Utsmani tahun 1432, lahirlah ke dunia seorang bayi laki-laki dari Sultan Murad II dan Huma Hatun bernama Mehmed. Mehmed dibesarkan dengan cita-cita untuk menaklukkan konstantinopel, cita-cita ini sangat mulia karena merupakan janji Rasulullah, impian sultan-sultan sebelumnya, apalagi didorong dengan semangat Ghazi, semangat pahlawan yang berjuang menyebarkan agama Islam. Kota Konstantinopel menjadi penghubung dua samudra dan dua benua, kota yang berdiri ribuan tahun karena pertahanannya yang luar biasa, berada di tengah laut yang deras, serta dilindungi tiga lapisan tembok yang terbesar tingginya 10 meter. Mehmed dididik di kota Amasya, tempat berbagai pemimpin belajar, selain itu ia menempa keahliannya dalam berpedang, memanah, dan menguatkan imannya kepada Allah, terus memohon agar Allah mengizinkannya menaklukkan Konstantinopel.


Akan tetapi, perjalanan Mehmed tidak selalu mudah, ia sempat kehilangan semangat sepeninggal saudara-saudaranya. Seluruh kerajaan dalam keadaan berduka, namun Syeikh Aaq Syamsuddin tetap menghibur dan menyemangati Mehmed agar meneruskan cita-cita saudaranya. Mehmed menjadi semakin terpacu untuk menjadi pemimpin hebat dan meningkatkan iman dan mempelajari keahlian-keahlian baru.

Sementara di suatu negeri di Eropa, raja Polandia-Hungaria Vladislaus dan penasihat militernya John Hunyadi bersatu membangun kekuatan. Mereka pemimpin yang cerdas dan kejam, menguasai angkatan perang bersenjata, dan yang dipikirannya adalah menyingkirkan musuh tuhan, orang-orang Turki Utsmani dari muka bumi. Mereka memaklumkan Perang Salib terhadap Turki Utsmani, bangsa Turki mengalami kekalahan dan terpaksa menandatangani perjanjian damai di Szeged. Raja Vladislaus tinggal menunggu waktu yang tepat untuk menghancurkan Turki Utsmani.


Di saat genting seperti itu, Sultan Murad II meneruskan tahtanya kepada Mehmed, akibatnya laporan mengenai kekacauan semakin banyak karena Menmed belum sepenuhnya matang untuk menjadi seorang Sultan. Raja Vladislaus bergegas mengumpulkan pemimpin-pemimpin Eropa untuk menjalankan perang suci terhadap Turki Utsmani, kapal-kapal pun dierahkan untuk memblokade sekitar Amasya. Mimpi Mehmed untuk menaklukkan Konstantinopel harus dibendung dulu, dengan keadaan bingung dan putus asa, ia menyurati ayahnya yang sibuk beribadah di Amasya. Mehmed meminta bantuan ayahnya dalam menghadapi ancaman yang sangat dekat, yakni pecahnya Perang di Varna, perang ini yang akan menjadi pembuka bagi Konstantinopel-

Kelebihan buku ini adalah ia mengemas sejarah Islam yang menarik tapi panjang dan sulit dimengerti menjadi sebuah komik penuh ilustrasi gaya “komik superhero” yang mudah dimengerti dan seru dibaca. Cover buku menarik untuk dilihat, apalagi isinya yang juga full color. Diantara cerita diselipkan ayat-ayat Al-Qur’an yang bersangkutan. Tulisannya besar dan mudah dibaca.

Kekurangan buku ini warna di latar tempat tertentu terlihat terlalu dominan sehingga agak mengganggu, dan tidak disediakan pembatas buku.


Kesimpulannya, buku ini saya sarankan dibaca untuk menambah pengetahuan sejarah Islam, setiap bagian dijelaskan dengan baik sehingga orang yang belum tahu Muhammad Al Fatih bisa mengerti. Ustad Felix Siauw memang pandai membuat buku Islam yang berbeda dari yang lain sehingga minat orang membaca buku Islam semakin tinggi.

Senin, 29 Desember 2014

Berenang Bersama Ikan

Ya, sudah saya katakan bahwa acara utama perjalanan ini adalah pergi snorkelling di Pulau Weh. Sejak pagi saya sudah antusias untuk berenang bersama ikan, namun sejak pagi hujan menerpa wilayah ini, hujannya tidak terlalu deras tapi tahan lama. Kata orang hotel, hujan tidak mempengaruhi ada atau tidaknya ikan di laut, kami harus berangkat karena ‘the show must go on’. Kami memulai dari pantai di Pulau Rubiah yang terletak di seberang pantai Iboih, berganti baju dan menyiapkan tas maka kami sudah siap berangkat. Tapi karena kaki eyang bengkak karena terlalu banyak jalan maka eyang terpaksa tinggal di hotel, jadi tinggal saya, Mba Tika, Bude Ira dan Pakde Sonny.


Mencari Keindahan di Ujung Barat

Sekarang sudah semester 2 di kelas 3 SMP, selangkah menuju Ujian Nasional dan masuk SMA, kini liburan yang lama dinantikan telah datang memberikan inspirasi baru untuk cerita. Di libur akhir tahun ini, keluarga Bude Ira telah merencanakan suatu liburan yang luar biasa, menjelajah ujung Indonesia untuk mencari keindahan bawah laut, kami akan pergi snorkelling di Pulau Weh. Saya bahagia bukan main mendengar kabar ini karena adalah pengalaman pertama kali, hebatnya eyang akan ikut bersama kita. Artinya berlima; Saya; Bude Ira; Pade Sonny; Mba Tika; dan eyang, tanggal 21 Desember ’14 kami berangkat dari Jakarta dengan Lion Air.

Memandang laut dari Iboih Inn


Jumat, 25 Juli 2014

Hari-Hari Awal Remaja Masjid

Assalamu’alaikum Wr. Wb

Para pembaca, saya kali ini akan berbagi pengalaman saya menjadi anggota remaja masjid. Beberapa hari yang lalu, saya bergabung menjadi remaja masjid Al Faizin, rawamangun. Saya pikir akan menjadi kesempatan yang baik bagi saya untuk beramal baik, mendapat teman baru dan mengisi catatan Labscare saya. Kami berada dalam bimbingan Ustad Yasin yang juga aktif dalam organisasi Qur’anic generation untuk remaja, dan bertanggungjawab kepada pengurus masjid lainnya. Kami menentukan susunan: Kak Yusuf Farhan sebagai ketua, Kak Asca sebagai sekretaris, Saya dan Adonis sebagai bendahara,  Zaky dan Zalva sebagai bagian Hubungan Masyarakat.

Penugasan pertama kami tidak lama setelah Remaja Masjid dibentuk, yakni ikut berpartisipasi dalam memberikan santunan kepada anak yatim.

Kamis, 15 Mei 2014

Wisata Alam (1)

Sabtu-Minggu lalu (10-11 Mei) saya diajak jalan-jalan refreshing bersama keluarga Bude Ira, katanya dalam rangka refreshing setelah sepupu saya Tika selesai UN SMP dan ulang tahun Bude Ira. Kebetulan seminggu selama Ujian Nasional SMP saya hanya bengong dirumah saja, jadi ajakan jalan-jalan itu terasa menyenangkan sekali. Saya tanya Bude Ira, mau kemana? Ke Pangalengan, Bandung. Acara utamanya rafting dan jalan-jalan di kebun teh, wah, ini pengalaman pertama rafting, rasanya makin seru saja. Kali ini hanya saya dan keluarga Bude Ira yang ikut, jadi rasanya lebih leluasa.

Sabtu pagi, saya dijemput naik Innova yang dikendarai Pade Sonny, pertama kalinya saya sudah siap duluan sebelum rombongan. Perjalanannya lama, naik jalan tol ada sekitar 3 jam lebih, Pangalengan ada di daerah gunung, suasananya dingin sedangkan kota Bandung panas. Panduan jalannya adalah print-an dari google maps yang isinya Turn right, Turn left, Slight left dsb. Petunjuknya sesat, jadi kami tanya orang dan mengecek peta lagi. Jam 11 kami sampai di Hotel Citere dan katanya belum ada kamar, jadi kami taruh koper dan pergi rafting dulu :D


Tempat raftingnya di Situ Cileunca, naik mobil kurang dari setengah jam. Situ Cileunca itu sebuah danau besar sekali yang airnya dibendung menjadi sungai untuk kita rafting ini, airnya tidak ada sampah tapi tidak bisa dibilang begitu bersih juga. Karena hanya berempat, kami start bersama rombongan lain, hotel menyediakan paket rafting dengan rombongan hingga 40 orang. Perahu dibawa ke danau dan kami latihan mendayung sampai tiba di sungai, ternyata mendayung itu sangat berat (buat saya) berat dan tekniknya yang masih salah. Ada lagi briefing apabila mendekati sebuah jeram, pada aba-aba BUM! Semua duduk jongkok di dasar kapal, kalau tidak nanti jatuh.

Di bendungan, perahu karet dibawa menyebrang jalan, turun bukit, dan masuk ke sungai. Pade Sonny sudah prepare dengan kacamata dan topi renangnya duduk dengan mantap didepan, saya dan Mba Tika duduk ditengah, dan Bude Ira duduk dibelakang. Instruktur kami namanya Kang Jawa (aneh?) duduk diujung-ujung kapal mendayung jaga-jaga kalau yang didepan mendayungnya ngasal. Tiga detik mendayung langsung aba-aba BUM! semua buru-buru jongkok di lantai perahu, timing-nya beda-beda, tiba-tiba langsung air semua.


Sungainya memiliki 17 jeram, yang paling besar namanya Jeram Domba dan Jeram Sapi(?) tak lama setelah waktu tenang tiba-tiba jeram lagi, kali ini jatuhnya miring, Pade Sonny dengan kacamata renang menyaksikkan detik-detik jeburan (mantap) sementara saya minum air kali. Jeram Sapi datang,  jatuhnya ada mungkin tiga kali sampai-sampai fotonya cuma cipratan air, mau nafas malah disemprot air, kali ini Mba Tika juga ikut minum air kali. Setelah jeram, lebih banyak batu di kali muncul sampai perahu tersangkut dan harus jingkrak-jingkrakan di perahu agar bisa lepas.





Benar-benar pengalaman yang heboh, tapi karena ada Bude Ira ikut, Kang Jawa jadi main aman, rombongan start kita ada yang merasa kurang basah sampai berenang dulu saat sampai. Setelah itu mandi dan makan, makan di warung pinggir danau, makanannya berlimpah, rasanya standar tapi entah kenapa ludes semua. Sambil makan kita belanja, dilayani pedagang kaki lima yang mampir jualan stroberi, permen dan dodol susu. Oleh-olehnya segala sesuatu yang ada susu, tapi entah pengalengan susunya dimana....

Wisata alam (2)

....Selesai, kami kembali ke hotel dan ternyata kamarnya masih belum bersih, maka pergilah dulu ke kebun teh malabar. Diatas sana kanan kiri isinya tanaman teh semua, ada yang gembira lihat-lihat pucuk teh, kita sempat mampir ke makam pendiri kebun teh ini K.A.R. Boscha. Diatas lagi, ada penginapan Wisma Malabar officenya rumah kuno, katanya rumahnya Bosscha, dalamnya ada perapian, kursi dan piano tahun 1837 (masih fungsi), saya dan Mba Tika main-main piano dulu sambil disuguhi teh, rasanya enaak. Kembali ke hotel, tidur siap-siap untuk morning walk di kebun teh.

Kebun teh Malabar

Makam K.A.R Boscha




di Wisma
Paginya kami berangkat lagi ke kebun teh Malabar, taruh mobil di Wisma Malabar dan mulai jalan jam 7. Jalannya diantara kebun teh, masih pagi jadi embunnya membanjiri kaki, dan saya pakai sandal gunung. Pemandangannya indah, sepi hanya penduduk sekitar yang mondar-mandir, dan ajaibnya ada SD dan SMP di daerah kebun teh itu, letaknya dekat lereng gunung dan adeem. Setelah jalan jauh akhirnya muncullah di sebelah makam Boscha, sekarang mengikuti jalan aspal ke wisma, Lelah sekali perjalanan 1,5 jam muter-muter kebun teh, tapi asyik, lagi-lagi main piano dan minum teh.

Dari atas Gunung Nini

Atas saran orang hotel agar bisa melihat pemandangan yang baguus, kita naik mobil ke Gunung Nini, gunungnya paling tinggi, jalannya batu dan tidak dipagari. Pelan-pelan Pade mengendarai Innova naik keatas gunung, di tanjakan sempit tiba-tiba Jebret! Mobil menabrak dan selip. Panik, kaget, berhenti dulu, keluar dan naik lagi pelan-pelan. Di puncak ada antena radio, dan sebuah saung yang sangat tua. Dan benar, pemandangannya sangat indah, jauh lebih indah apabila melihat wallpaper windows XP bliss. Segala keinginan memotret terpenuhi, kami turun gunung dan check out dari hotel.


Jalan pulang lebih ramai daripada berangkat tapi lancar, kami berhenti makan di restoran Kampung Sawah yang besarnya minta ampun padahal di antah berantah yang sampai punya penginapan. Jalan lagi dan berhenti di rest area, melanjutkan dan sampai rumah. Dua hari tersebut pengalaman yang hebat, arung jeram pertama kalinya, dan jalan-jalan santai di kebun teh. Seru sekali, terimakasih untuk keluarga Bude Ira :D