Jumat, 25 Juli 2014

Hari-Hari Awal Remaja Masjid

Assalamu’alaikum Wr. Wb

Para pembaca, saya kali ini akan berbagi pengalaman saya menjadi anggota remaja masjid. Beberapa hari yang lalu, saya bergabung menjadi remaja masjid Al Faizin, rawamangun. Saya pikir akan menjadi kesempatan yang baik bagi saya untuk beramal baik, mendapat teman baru dan mengisi catatan Labscare saya. Kami berada dalam bimbingan Ustad Yasin yang juga aktif dalam organisasi Qur’anic generation untuk remaja, dan bertanggungjawab kepada pengurus masjid lainnya. Kami menentukan susunan: Kak Yusuf Farhan sebagai ketua, Kak Asca sebagai sekretaris, Saya dan Adonis sebagai bendahara,  Zaky dan Zalva sebagai bagian Hubungan Masyarakat.

Penugasan pertama kami tidak lama setelah Remaja Masjid dibentuk, yakni ikut berpartisipasi dalam memberikan santunan kepada anak yatim.
Banyak anak yatim yang datang, ada juga orangtua yang tidak mampu, kira-kira 70 orang. Hari itu memang menyibukkan, angkat meja, angkat kursi, menyiapkan makanan dan lain-lain. Setelah berbuka bersama dan shalat Maghrib, bungkusan berisi sembako dan nasi boks dibagikan kepada mereka yang memiliki kupon. Alhamdulillah, semua kebagian dan masih ada sisa nasi boks untuk saya bawa pulang.

Selesai dari itu, sampai selesai bulan Ramadhan kami diberi jadwal untuk menjadi panitia Zakat. Kami diajarkan Pak Amri bagaimana membuat kwitansi untuk zakat, membuat laporan, aturan zakat, dan akad saat menerima zakat. Karena Kak Yusuf dan Kak Asca sudah fokus untuk masuk kuliah, yang tersisa adalah anggota lain yang umurnya masih lebih muda daripada saya (saya 14 tahun), alhasil terjadi keributan di masjid. Si kembar Raffi dan Raffa beserta kakaknya Zalva rajin ke masjid, tapi dua kembar itu sukanya bikin ribut saja.

 Itu salah satu kendalanya, selanjutnya jadwal piket yang tidak berfungsi, karena yang lain masih muda, jadi saya yang paling tua harus standby tiap hari kira-kira 4 jam atau lebih. Yang terjadi adalah kebosanan hebat, dan mulai kurang kerjaan dan petakilan. Yang membayar zakat pun tidak banyak, sampai saya menulis ini dalam sehari hanya sekitaran 5 orang. Tapi setelah beberapa hari terbiasa menjadi panitia, akhirnya sudah bisa membuat kwitansi dan laporan dengan baik.

Tugas kami selanjutnya adalah membantu dalam pelaksanaan Shalat Ied, mungkin seperti membuat garis shaf dan mengawasi kotak amal. Mudah-mudahan bisa berjalan lancar, bisa bekerjasama dengan baik, dan diberi kesabaran. Saat ini anggota kami juga masih kurang, doakan akan terus bertambah dengan remaja-remaja beriman lain, aamiin.


Wassalamu’alaikum Wr. Wb