Minggu, 05 Januari 2014

Muslim juga punya tahun baru

Baru saja pagi shubuh ini saya dan bapak mandatangi acara ceramah shubuh di masjid dekat rumah (Al Faizin) yang penceramahnya adalah Prof. Dr. Muchtaruddin Nasim. Ceramahnya membahas hadits dan Al Qur'an tentang macam macam hal. Ketika sesi tanya jawab, jamaah dipersilahkan bertanya apa saja kalau itu berkaitan dengan Islam. Kebetulan bapak saya bertanya.

Bapak bertanya kepada ustad, bagaimana hukumnya perayaan tahun baru Masehi bagi umat muslim, apakah perlu dirayakan? Disini ustad Muchtaruddin mulai bercerita.

Suatu saat Umar bin Khattab mendapatkan surat (saya lupa dari siapa) yang kop suratnya unik, tulisannya Yaman, tanggal 5. Tidak ada bulan atau tahunnya. Umar tidak merasa tersinggung atas surat ini, ia sadar bahwa sang pengirim surat ini ingin umat muslim untuk memiliki tanggal sendiri, tidak mengikuti umat Yahudi yang memiliki kalender Masehi.


Langsung Umar mengumpulkan ahli-ahli astronomi untuk bersama merumuskan penanggalan. Penanggalan ini berbasiskan perputaran bulan bersama bumi yang mengelilingi matahari. Perumusan berlangsung sangat cepat, hanya waktu 3 hari.

Kalender itupun selesai, tinggal diputuskan awal berlakunya. Ada seseorang yang mengusulkan kalender dimulai pada hari lahir Nabi Muhammad SAW. Umar langsung menolak idenya, Nabi Muhammad adalah orang yang tidak ingin disembah sembah. Jangankan seperti Nabi Isa yang disembah-sembah lalu dijadikan tuhan. Umar lalu berkata, "bagaimana jika kalender ini dimulai dari saat hijrah dari Mekkah ke Madinah? Karena ada banyak hikmah yang terdapat pada hijrah itu".
Keputusan Umar disetujui, dan kalender itu dinamai kalender Hijriah (hijrah). Dan awal tahunnya dimulai pada waktu hijrah.

Nah, setelah bercerita, Ustad menjawab pertanyaan bapak mengenai perayaan tahun baru Masehi. Kata ustad Muchtaruddin, tidak ada perlunya untuk merayakan tahun baru Masehi karena itu bukan tahun baru umat muslim. Apalagi kalau tahun baru Hijriah kita tidak merayakan, bukan menjadi umat muslim yang baik.

Berbanggalah kita umat muslim ini hebat. Umat muslim membuat penanggalannya sendiri, diawali peristiwa hijrah yang penuh makna dan hikmah. Tinggalkanlah perayaan dan hura-hura tahun baru Masehi, karena itu bukan kita.