Selasa, 31 Desember 2013

Umrah, Madinah, Masjid Nabawi.

19 Desember 2013, tanggal itu kami berangkat dari tanah air ke tanah suci untuk melaksanakan ibadah umrah bersama. Yang ada di rombongan keluarga ialah saya, ibu, bapak, eyang Ambar dan Eyang Mien.
Kami berangkat dari Bandara Soekarno-Hatta, dengan pesawat Qatar bersama travel Patuna. 


Perjalanan dari sini menuju Madinah kira kira 9 jam, tapi terasa seperti 1 jam karena nonton film dan tidur terus. Itupun juga pakai transit di Doha, Qatar, transit yang singkat.

Sampai di Airport Jeddah, kami disambut oleh ustad-ustad dari Patuna dan bus Higer yang akan membawa kami ke Madinah. Ustad di bus kami (4) adalah Ustad Harris Ustad Muslim. Ustad Harris umurnya cukup tua, berprofesi sebagai guru dan tinggal di Kudus, sementara Ustad Muslim masih muda, orangnya lucu dan banyak senyum, ia sekolah di Arab juga bergabung dengan Patuna.

Pertama kali sampai Madinah, ternyata anggapan kita tentang suhu disana sangat jauh, ternyata dingin angin. Hotel kami yaitu Royal Dyar, berdekatan dengan Masjid Nabawi, tinggal keluar dan jalan tidak sampai 5 menit. Melewati antara gedung-gedung dan hotel, sebuah tugu jam tempat bertengger burung dan sampai di Masjid Nabawi.

Subhanallah, ternyata Masjid Nabawi lebih megah dan besar daripada yang saya duga, sampai penjaga saja pakai mobil di halaman masjid untuk patroli. Don’t worry, halaman masjid dibersihkan dengan mobil pembersih sebelum shalat, didalam masjid juga petugas kebersihan mondar-mandir mengepel.

Di halaman masjid terdapat banyak pasak-pasak putih hampir setinggi atap masjid, yang ketika siang hari dibuka menjadi payung. Pintu masuknya amat besar yang berwarna emas, di langit-langit ada 5 kubah besar bercorak, bergeser di siang hari membiarkan cahaya masuk. Jalan besar di tengah-tengah masjid, membelah shaf di kiri kanan, dengan kontainer air Zam-Zam dan rak sepatu di sepanjang jalan. Tiang berada diseluruh masjid beserta lengkungan strip biru putih yang tersusun rapi, terlihat lurus dari segala sudut.


Bagian paling depan dan kiri masjid merupakan bangunan pada saat pertama kali dibangun, dibatasi oleh tiang dengan rumbai hijau diatasnya. Di bagian ini, terdapat tempat muazin, tempat imam, dan di pojok kiri adalah Raudhah.

Raudhah merupakan makam dari Nabi Muhammad SAW, Khalifah Abu Bakar As Sidiq dan Khalifah Umar bin Khattab. Makamnya bersebelah-sebelahan, ditutup dan dipagari, bertulisan hijau diatasnya. Dianjurkan untuk berdoa, menyampaikan salam dan shalat sunnah dua rakaat karena di Raudhah ialah bagaikan taman surga. Alhamdulillah saya sempat berdoa dan menyampaikan salam, tapi sayang belum sempat shalat sunnah. Jalan ke Raudhah ketika pagi dan malam dibatasi untuk memberi kesempatan pada wanita berdo’a dan shalat di Raudhah.

Kebetulan ketika kita sampai waktu Shalat Jum’at, jadi kami merasakan shalat Jum’at di hari pertama kami di Masjid Nabawi. Ternyata orang disana alim-alim, atau karena orang lain juga melakukannya atau mengikuti ajaran Islam? Ketika adzan, orang beramai-ramai datang ke masjid, tukang jualan pula berhenti melakukan jual beli. Seperti yang diajarkan dalam Al Qur’an surah Al Jumu’ah ayat 9 yang berbunyi “Hai orang-orang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat Jum'at, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.”

Waktu Shalat Jum’at, Masjid yang luasnya lebih dari 100.000 m2 ini bisa penuh sampai di halamannya. Bus kita datang jam 11 lebih, kita buru-buru pergi ke masjid, tetap tidak dapat sajadah. Bedanya masjid disana, tidak ada kotak amal karena sebagian besar masyarakat sudah sejahtera, malah di jalan-jalan masjid disediakan air Zam-Zam gratis untuk jamaah.


Begitulah setiap hari kami shalat 5 waktu disana, karena tentu tidak mau rugi pahala. Di masjid kegiatan yang ada hanya ibadah, shalat, shalat sunnah, berdo’a dan mengaji, adapun yang main hp biasanya membaca Qur’an dari hp. Waktu itu, malam hari rombongan bapak-bapak dan saya dengan ustad Harris ziarah ke Raudhah untuk berdo’a dan salam, sekalian kita mengelilingi masjid, ternyata masjidnya luaaas sekali. Di Madinah masih ada ziarah ke Masjid Quba, Jabal Uhud, Jabal magnet dan lain-lain dan di lain tulisan, sekian.