Sabtu, 10 Agustus 2013

Lebaran Bersama di Kampung

Bulan Ramadhan telah bersama-sama kita lewati bebrapa waktu yang lalu. Kembali kita bersilaturahim dengan keluarga pada Lebaran, saling bertemu dan bermaaf-maafan dengan sesama. Banyak orang yang melakukan silaturahim di kampungnya, seperti saya yang pulang kampung tanggal 2 Agustus kemarin. Kali ini, saya akan berbagi pengalaman saya di kampung.

Kabupaten Sukoharjo, Solo adalah tempat tinggal bapakku semasa kecilnya, sekarang masih menjadi tempat tinggal Mbah dan Pakde ku. Kami berangkat dari Jakarta menuju Solo dengan pesawat Lion Air tanggal 2 Agustus 2013 pukul 07:20, perjalanan memakan waktu sekitar 1 jam untuk sampai di Bandara Adi Soemarmo, Solo. Kami di sambut hangat oleh Pakde Maryono, Bu de Tari dan keponakanku Tristhan, yang menjemput kami di bandara. Apalagi ketika sudah sampai di rumah Mbah, rasa kangen Mbah langsung terobati bertemu kami. Kami pulang pada Lebaran H-5, jadi belum banyak yang datang ke Solo, baru kami dan Pakde Giyanto dari Jakarta.

Kami juga datang ketika masih bulan puasa, jadi kami ikut merasakan sahur dan buka puasa di kampung. Lauknya sederhana tapi enak, nasi; tahu/tempe; telor asin; ayam; sup bening. Waktu sahur dan buka puasa juga lebih cepat 10 menit, jadi waktu bangun sahur harus menyesuaikan. Makan sahur dan buka terasa lebih ramai ketika makan bersama.

Pulang kampung kali ini memang tidak banyak jalan-jalannya, karena kita tidak membawa mobil dan lebih diniatkan unutk silaturahim. Kami pergi ke supermarket Luwes untuk membeli makanan dan peralatan rumah tangga untuk Mbah, menjelang Lebaran orang-orang berbelanja memperebutkan barang-barang murah, sehingga supermarket Luwes jadi sangat penuh. Setelah Luwes, kami membeli oleh-oleh makanan kering di toko Era Jaya. Dan mencari baju batik di Lumbung Batik sebelum kembali ke tempat Mbah.

Kami juga sempat jalan-jalan ke Jl. Slamet Riyadi untuk kunjungan ke klinik kulit. Juga ke Hartono Mall di Solo baru yang baru dibuka, Hartono Mall juga memiliki Hypermart, Electronic City, Matahari, dan Ace Hardware. Karena Mall-nya bagus dan banyak diskon, mama sampai mengajak anggota keluarga yang lain untuk ikut belanja. Aku juga pergi ke rumah sakit Dr. Oen karena sakit batuk-pilek yang tak kunjung sembuh.

Sehari sebelum lebaran, kami semua gotong royong untuk membuat masakan Lebaran nanti. Kami memasak Ketupat, Lontong, Opor ayam, Rawon, Es buah dan banyak lagi. Semua di rumah Mbah ikut memasak, Apalagi Bu de Tini dan Bu de Tari yang terus masak di dapur. Sampai jam 5 masakan baru matang, tapi enaknya itu lho, memakan masakan sendiri. Dan malam itulah kami menikmati buka puasa bersama yang terakhir di tahun ini. Saat Isya dipenuhi gemuruh takbiran yang terdengar dari seluruh penjuru kampung, memuji-muji Allah.

Saat Lebaran pun tiba (08/08), Shalat Ied digelar di lapangan Bakipandeyan yang luas sekali. Shalat dilaksanakan terlebih dahulu baru kemudian ada ceramah, semua mendengarkan ceramah sampai selesai, sehingga lapangan tetap penuh. Di rumah Mbah, kami melakukan sungkeman kepada keluarga dan bersilaturahim ke tetangga sekitar rumah.

Hari Lebaran +1 kami berangkat pagi-pagi dari Kampung Baki ke bandara naik mobil. Dari rumah kami sudah berangkat jam 4 pagi karena pesawat berangkat jam 06.15 pagi. Tidak cukup waktu untuk sarapan dan mandi, hanya ganti baju dan makan di perjalanan. Berpamitan kepada keluarga di kampung terasa berat apalagi ketika sudah kerasan tinggal disana. Sampai Rumah jam 9 pagi, kami sibuk sarapan, mandi, dan bersih-bersih karena akan mendatangi acara keluarga lagi di Cipete.

Masih sangat banyak cerita dan pengalaman lain yang tidak dituliskan, karena keterbatasan, cukup sampai sini saja. Pengalaman pulang kampung ini sangat menyenangkan, bertemu keluarga di kampung, bisa bersilaturahim, mengobrol dan jalan-jalan bersama. Yang penting dari perjalanan kami adalah kami telah bersilaturahim dengan keluarga dan saling bermaaf-maafan untuk membersihkan hati di hari yang suci.